RSS

Aku makin cinta kepadamu


Aku Makin Cinta

Sekian lama kita bersama
Diantara banyak peristiwa
Sering aku tak mengerti
Perasaanku padamu

Mungkinkah ini tandanya cinta
Ataukah perasaanku saja
Kini baru kusadari
Yang sesungguhnya terjadi

Reff : Ternyata aku makin cinta
Cinta sama kamu
Hanya kamu seorang kasih
Ku tak mau yang lain

Hanya sama kamu
Kamu yang terakhir
Yang kucinta ....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Melankolis

Kutak dapat jalan sendiri
Tuhan tolong padaku
Biarlah sinarMu menerangiku
Sbab kutak dapat jalan sendiri


Di bulan penuh kemenangan ini
Aku ingat kamu
Biasanya kuikuti langkahmu
Waktu kamu naik berjajar bersama
Dan sebentar kudengar lagu pujian
Suara melantun nan merdu
Berpadu dalam alunan rindu
Rindu pada kasih, Kasih Yesus yang syahdu
Jangan salahkan aku kekasihku
Aku masih tetap merindukanmu
Dari dulu, kini dan sampai kapanpun nanti
Ya ... aku rindu padamu sayangku
Cintaku dan hidupku tlah sampai diujung jalan
Aku hanya menunggu waktu
Waktuku tiba ntuk bertemu denganmu
Tunggu aku ya ... aku yang merindu

Cintren di bulan Paskah penuh berkah ... Amin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ruang Rindu


Diruang rindu kita bertemu

Kekasihku

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dini hari 03.06

Radio kesayanganku yang setia menemani tidurku


Dini hari ini aku menangis

Komen yang sedianya aku tulis di Blog Cinta Keluarga, tapi error.
http://krismankpo.blogspot.com/2011/01/heran-dehair-mata-perempuan-kok-bikin.html

Cinta Renjana berkata...

Di 03.06 dini hari kutulis tulisan ini.
Kudengar lagu syahdu menghampiri hatiku.
Tatkala itu aku bangun lantaran radio disebelah tidurku siaran dari Gajah Mada Semarang memperdengarkan lagu sendu. Aku terjaga tak terasa airmata tercurah tanpa dapat kucegah.
Aku rindu kekasihku, ya ... aku rindu belahan jiwaku yang telah meninggalkan aku diujung cinta.
Kini tinggal aku sendiri berada diujung jalan. Tunggu aku kekasih, aku tinggal menunggu waktuku untuk menjumpaimu.
Waktu itu pasti akan tiba, entah kapan, yang pasti aku siap bila waktuku sampai dipanggil Bapa. Aku kangen sama kamu kekasihku.
Tunggu aku ya ........


Maaf Mas, aku menulis ini dengan sadar, aku mau sunting gambar diatas dan aku mau pakai untuk ilustrasi di blogku. Terima kasih,kalau sempat mas silahkan berkunjung ke : indahnyacintakita.blogspot.com
saya akan merasa tersanjung. Matur nuwun.

1 Februari 2012 03:43

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Asyiknya mancing di Bogowonto




"No ... mulih sekolah bar mangan mengko mancing yuk, kowe ngampiri aku ya ... "

Sepenggal kalimat aku teriakan kepada Surono teman mainku. Aku dengan Surono sahabatan sejak kami masih dibangku sekolah dasar. kami tinggal di satu kampung, tetanggaan tempat kami berdua.
"No ... kita bakalan dapatkan ikan banyak, tuh kamu lihat meganya gambar sisik pertanda ikannya banyak" Karena mitos apa karena kebetulan tapi memang sering terjadi kalau mega nampak bergambar seperti sisik ikan, biasanya kami bisa mendapat hasil pancingan banyak.
Disungai Bogowonto tempat kami mancing. Diarea kedung Amba biasa kami melempar mata pancing yang sudah dicantolkan siput / bekicot yang sudah dikupas cangkangnya.

Sebaliknya dengan tanda mega dilangit, masih ada yang menentukan kami berangkat mancing. Diantaranya, kami diberi ijin oleh ibu, cuaca mendukung, dan yang sangat fatal kalau kami didalam perjalanan atau di saat kami sedang memancing kami temui ular, maka pasti kami memutuskan langsung batal dan kami pulang.

Mancing di Bogowonto jenis ikan yang biasa kami angkat ikan tawes, nila, sidat, sembilang pernah juga umpan dimakan bulus / kura sebesar piring makan.
Yang sangat menjengkelkan kalau para tentara dari Batalion 437 waktu itu sebelum berubah menjadi Batalion 412 melakukan pengeboman disungai. Pasti hari berikutnya kami akan sulit mendapat ikan. Saya harap sekarang tidak lagi seperti dulu, kalau masih mohon Pemda melarang tindakan pengeboman di sungai.


Ilustrasi gambar dari suntingan :
http://yukmancing.blogspot.com/
http://mbahngari.blogspot.com/search?updated-min=2010-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2011-01-01T00:00:00-08:00&max-results=4


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta kehidupan

Artikel (Si Pemancing Cilik)

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. “Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti,” kata si paman ramah.”Tidak, terima kasih Paman,” jawab si anak.

“Lhoo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?”

“Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?” tanya si anak penuh harap.

“Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?”

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup… kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, “Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?”

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. “Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai.”


Disunting dari : http://endriputro.wordpress.com/2011/04/23/artikel-si-pemancing-cilik/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Purworejo kotamu, kotaku, kota kita



http://budhisetyawan.wordpress.com

Beduk di Masjid Kota Purworejo memang hebat. Konon Bedhuk tersebut adala bedhuk terbesar didunia. yang dimaksud terbesar bukan saja bentuk/volume nya saja tapi lebih karena dibuat dengan memakai kayu dan kulit yang tidak ada sambungannya.
Besarnya bisa dibayangkan seukuran orang dewasa bisa berdiri didalamnya.

Masa kecilku sering bermain didepan Masjid terutama disaat bulan Puasa. Aku dengan teman-teman selalu asyik bermain sambil menunggu datangnya berbuka Puasa. Saat itu yang kami tunggu-tunggu, pasalnya sebagai tanda buka pasti di ledakkan semacam bomb kecil yang suaranya menggema di sebagian besar kota sampai jarak yang cukup jauh.

Oya ... biasanya aku dan teman-teman mengkorek-korek tanah dibawah rumput alun-alun untuk mencari "uret" yang keesokan hari pulang sekolah uret tsh dipakai umpan memancing di Kedung sungai Bogowonto.

Ah ..... jadi kangen mancing lagi di Bogowonto, kapan-kapan nostalgia kesana asyik juga kalei ....

Ijinkan aku rindu kotamu kawan


----- oOo -----

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Purworejo - Rinduku masa kecilku


Aku bukan asli Purworejo, aku lahir di Sala (Surakarta) sekian puluh tahun yang lalu. Tapi sebagian besar aku lebih banyak tinggal di Purworejo sejak pertengahan tahun ajaran 1962-1963.

Sekolah diluar kota terus kerja dan terus hidup bersama dengan belahan jiwa dan akhirnya menetap di Salatiga.
Setengah hidupku aku habiskan di Salatiga dan hidupku sekarang sadah sampai diujung jalan.
Separo jiwaku telah pulang memenuhi panggilan Bapa di Surga.

Aku tidak tahu apakah aku cinta dengan Purworejo karena memang aku jatuh cinta, apa karena memenuhi norma dan susila saja. Sudah sewajarnya kalau aku cinta Purworejo, ada beberapa alasan mengapa demikian. Alasan itu terdengar klasik, kira-kira sbb :
  • Aku pernah hidup di Puworejo di jalan Kesatrian no 1
  • Aku punya teman bermain di kampung Plaosan
  • Aku pernah sekolah di Sekolah Rakyat Kontroliran belakang Gereja GPIB Alun-alun.
  • Aku pernah sekolah di SMP 3 sebelah Gedung Bioskop Bagelen
  • Aku pernah bermain bola, layang-layang dan lari-lari di Alun-alun depan Kabupaten.
  • Aku pernah mancing di sungai Bogowonto, naik prau gethek, cari jangkrik dsb.
  • Aku punya mBakyu lahir di Purworejo di tahun 1942 dan sampai sekarang di Purworejo
  • Aku punya Bapak dan Ibu, beliau berdua dimakam di Krekop Purworejo
  • Aku kalau pulang mudik ya ke Purworejo

Sedemikian erat dan dalamnya kehidupanku dengan kota Purworejo sehingga wajar kalau aku mengaku orang Purworejo. Walau sebenarnya aku kadang merasa bukan dilahirkan disana, sehingga cukup sulit dan merasa tidak nyaman menyebut diri aku asli Purworejo. Sedangkan kalau aku mengaku asli Sala ya sama saja tidak enak sebab orang tuaku bukan asli Sala, kebetulan saja aku dilahirkan di kota Sala.

Apalah artinya sebuah keaslian, yang penting aku umat ciptaan Tuhan YME dan orang suku Jawa bangsa Indonesia, jelas itu pasti benar dan syah saya memang orang Indonesia tercinta.

Hidup Indonesiaku, aman, damai dan sejahteralah selalu. Amin ....


Sekolah Rakyat Kontroliran

Disinilah aku sekolah jaman dulu


Sekolah Rakyat Konroliran Purworejo

Tampak Depan

Tampak Belakang

Door Loop


Sekolahanku , teman-temanku

Aku rindu kamu


Kamis, 1 Januari 1970
Studi Teknis Arkeologis SDN Purworejo

Pada bulan April 2009 tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah melakukan kegiatan Studi Teknis Arkeologis terhadap SDN Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal yang akan menjadi dasar usulan dan pedoman teknis dalam pelaksanaan pemugaran, sebagai salah satu upaya pelestarian Benda Cagar Budaya (BCB). Hal ini perlu dilakukan, mengingat kondisi fisik BCB pada umumnya telah banyak mengalami kerusakan dan pelapukan, yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pengaruh alam, unsur-unsur kimiawi, biologis, dan perbuatan manusia. Selain itu, faktor usia yang sudah cukup tua dan bahan BCB yang cukup rentan terhadap faktor cuaca juga mempercepat proses tersebut.
SDN Purworejo merupakan salah satu peninggalan masa kolonial yang ada di Purworejo, yang sampai saat ini masih difungsikan sebagai sekolah. SDN Purworejo terletak di Jl. Jendral Urip Sumoharjo No. 18 Purworejo atau 07° 42' 52,8” Lintang Selatan dan 110° 00' 37,8” Bujur Timur.

Pendirian bangunan SDN Purworejo diperkirakan sejaman dengan Markas Korps Polisi Militer dan Markas Brigade Infantri 412 yang terletak di sebelah selatan gedung sekolah ini. Pembangunan SD Purworejo memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak tentara Belanda yang bertugas di Purworejo.
SDN Purworejo pada masa Belanda dulu bernama Gouvernement Europesche Lagere School, didirikan pada tahun 1848. Sekolah ini merupakan sekolah rendah yang diperuntukkan bagi anak-anak orang Eropa. Pada perkembangan selanjutnya, tahun 1852, sekolah ini diubah menjadi sekolah untuk anak-anak pribumi (Hollands Inlandsche School). Kurikulum yang diajarkan untuk anak-anak pribumi antara lain membaca dan menulis jawa, berhitung, ilmu bumi, dan ilmu ukur. Inlandsche School mengalami pasang surut seiring kebijakan pemerintah kolonial Belanda, yang dilanjutkan dengan perang kemerdekaan sehingga kemudian berganti nama menjadi Sekolah Rakyat Kontrolieren (baca: Kontroliran). Sekolah ini merupakan percontohan dan sekolah kendali mutu pada waktu itu.
Dalam perjalanannya, terkait animo masyarakat yang sangat tinggi untuk menyekolahkan anaknya, sekolah ini dipecah menjadi dua, yaitu SDN Kontroliran dan SDN Purworejo I. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah No. 421.2/035/I/57/85 SDN Kontroliran diganti namanya menjadi SDN Purworejo II. Kemudian sejak tahun pelajaran 2003/2004 dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo No. 188.4/5705/2003, SDN Purworejo I dan SDN Purworejo II digabung menjadi satu dengan nama SDN Purworejo (_, 2008: 1).
Bangunan lama yang ada di SDN Purworejo terdiri dari bangunan induk (lima ruang kelas dan gudang), doorloop, kamar mandi/WC dan aula. Beberapa ciri kolonial yang masih tampak pada bangunan induk antara lain pada pintu, jendela, dan langit-langit yang cukup tinggi, serta lantai bangunan yang terbuat dari granit hitam. Sedangkan bangunan barunya terdiri dari ruang guru, ruang kelas pada sisi selatan, timur dan utara), perpustakaan, musholla, ruang ketrampilan, bimbingan dan penyuluhan, ruang UKS, rumah dinas penjaga sekolah, ruang gugus depan dan kamar mandi/WC baru.
Secara keseluruhan, bangunan di SDN Purworejo belum banyak mengalami perubahan, kecuali dengan berdirinya bangunan-bangunan baru sebagai pelengkap kebutuhan untuk keperluan pendidikan dan pengajaran.
Rencana perbaikan difokuskan pada bangunan induk dan aula terutama pada perkuatan konstruksi dan peningkatan penampilan bangunan.
Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa komponen bangunan SDN Purworejo banyak yang masih terjaga keasliannya, salah satunya adalah lantai yang terbuat dari bahan granit hitam. Untuk itu perlu dijaga kelestariannya, dengan cara dilakukan tindakan konservasi pada komponen yang mengalami keausan maupun kerusakan, sehingga akan mencegah kerusakan lebih lanjut dan bukan dilakukan penggantian terhadap komponen-komponennya.

Sumber : http://purbakalajawatengah.org/cetak.php?jenis=berita&id=73
Ilustrasi gambar :
http://denmasbrindhil.wordpress.com/2011/03/14/daytrip-ke-salaman-magelang/?blogsub=confirming#subscribe-blog


Salam untuk para Guru dan para Siswa SDN Purworejo.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku tak mau kehilangan bayangmu

Kucari bayangmu dalam galaunya hatiku
Sepeninggal dirimu, aku merasa makin sayang kepadamu
Dengan jelas kukatakan pada dunia
Aku makin cinta

Tuhan ..... yang aku sembah .....
Tolong sampaikan rinduku padanya.
Berilah aku mimpi waktu aku tidur juga saat aku bangun
Perkenankanlah aku menikmati bayangnya
Walau sebatas kerinduanku yang terselip dalam kalbu

Tak ada lagi yang bersandar dibahuku
Tak bisa lagi tangan ini membelaimu
Aku tak tahu kapan waktuku
Yang kutahu aku sangat mengasihimu
Sampai kapanpun aku tetap milikmu
Tak tergeser dan tak tergantikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku makin cinta sama kamu




Sekian tahun kita bersama
Suka dan duka kita alami berdua
Kini kamu lebih dulu sampai diujung jalan
beberapa hari sebelum kamu pergi tinggalkanku
Aku sempat mengulangi janji setiaku
Waktu kita di hadapan Hamba Tuhan
Dulu kita saling berjanji
Kamu tidak akan meninggalkanku
Aku pun tak kan meninggalkanmu
Aku tetap setia dengan janjiku
Aku tidak akan meninggalkanmu

Tunggu aku, sampai tiba waktuku.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS