Dari kejauhan terlihatlah Minuk sudah berdiri diujung jalan desa tempat tinggal mereka. Sebentar kemudian Karyo menghampiri Minuk dan selanjutnya mereka jalan bersama.
Hari yang panjang bagi mereka terasa sangat singkat. Terutama si Karyo, rencananya disaat nanti di tempat wisata dia akan memisahkan diri bersama denga si Minuk. Cari tempat yang romantis dan ada yang mau dikatakan kepada Minuk. Yah.... ketahuan ceritanya si Karyo mau nembak Minuk. Ketahuan nggak papa, memang sengaja supaya tidak membuat penasaran.
Ternyata sampai mereka pulang maksut Karyo belum kesampaian.
Uuuuuh..... Karyo ... gimana toh kamu. Kesempatan sudah ada, tempat romantis, suasana mendukung, kurang apa lagi sih ..... ?
Kenapa kamu Yok...?
"A..a..aku kehilangan satu kata setiap aku berhadapan dgn dia"
"CINTA"
Dibawah pohon pisang dekat empang sebelah rumah Minuk si Karyo akhirnya bisa mengungkapkan perasaan cintanya kepada Minuk.
Tempatnya seadanya, tidak romantis, tidak direncanakan, justru disitulah masa depan mereka mulai dirajut.
"Minuk .... aku sayang kamu, aku cinta kamu"
Akhirnya keluar juga kata yang hilang disetiap Karyo berhadapan dengan Minuk.
"Cintaku, cintamu, cinta kita berawal dari naungan daun pohon pisang ya kang Karyo"
"Iya Nuk, kamu mau jadi pacarku"
Si Robert , si Nindy, Farel, Joko, Retno, Jay, Arman, Sinta, Vera, Aling, Gaby dll sama juga. Cuma versinya yang beda.
Cintren Desember 2011






0 komentar:
Posting Komentar