RSS

IBU aku rindu .......

Kelembutan seorang IBU.

Aku pandai bila bermain, bermain apa saja. Bersama teman-teman sebayaku aku selalu unggul. Sondag mandah, jilumpet (sembunyi cari), gobak sodor yah ... pokoknya permainan yang asyik dizaman dulu. Panjat pohon aku paling suka, pohon jambu dihalaman depan rumah kami sangat lebat daunnya sehingga halaman depan sangat nyaman dipakai bermain disiang hari. Apalagi didukung dengan beranda yang sangat luas, kalau dikota kami Solo dibilang "pendopo"
Suatu siang cukup terik cuaca hari itu, seperti biasa aku panjat pohon. Biasa ..... pastinya tidak hanya sekedar panjat saja, sambil clingak-clinguk (toleh sana-toleh sini) cari jambu yang gede dan matang. Sementara teman-teman siap dibawah dengan jarik (kain bathik yang biasa dipakai gendong bayi) dibentangkan guna menampung jambu yang aku jatuhkan kebawah.

Disaat sedang asyik bersama teman terdengar suara ibuku memanggil :"Cintren ...... " panggilan ibuku sangat jelas terdengar ditelingaku.

Aku jawab :"ya Bu"

"Tolong ibu belikan garam dulu ya ... " Beliau menyuruhku beli garam diwarung tetangga.

Sepulang dari warung dengan membawa garam yang sudah kubeli aku bergegas menghampiri ibu di ruang keluarga. Setelah ibuku menerima garam dariku beliau memelukku dengan lembut dan dengan kata-kata yang pelan dan penuh kasih keibuan beliau mulai berbicara kepadaku.

"Kamu kalau memanjat pohon hati-hati ya ..... " kata beliau menasehatiku. Satu kalimat yang masih teringat sampai kini.
Setelah aku dewasa dan sudah tidak lagi memanjat pohon jambu, aku merenung. Aaah .... ibu, engkau sangat bijaksana cara menasehati aku anak ibu.
Tidak pakai teriak, tidak pakai peringatan, tidak pakai kekerasan. Dan ibuku bercerita, kalau dulu waktu aku masih kecil saat sedang diketinggian pohon jambu dan ibuku berteriak menyuruh aku turun segera, mungkin aku akan ketakutan turun segera tanpa memikirkan keselamatan diriku sendiri, mungkin juga bisa jatuh.

IBU, aku mengenangmu,aku menangis ingat ibu. Betapa lembutnya hati ibu, tidak ada seorangpun yang sama dengan ibu. Sepanjang beliau masih mendampingi aku anaknya, tidak pernah ada kemarahan dan kekerasan yang menimpa diriku. Adanya hanya kasih sayang.

Damai dan bahagialah ibu, dirumah Bapa disurga yang Mulia. sampai bertemu . Amin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar